Dari kecil aku sudah belajar merelakan sesuatu dengan iklas
kerelaan pertama ku di uji saat aku mendapat pasir warna
aku kagum, aku tertarik dengan warna2 nya yang indah
hijau kuning merah biru ungu...
kerelaan pertama ku di uji saat aku mendapat pasir warna
aku kagum, aku tertarik dengan warna2 nya yang indah
hijau kuning merah biru ungu...
Seperti aku tak rela jika kehilangan itu semua
keindahan itu adalah anugrah
tapi ketika aku kehilangan semua itu, rasanya ingin menangis
keindahan itu adalah anugrah
tapi ketika aku kehilangan semua itu, rasanya ingin menangis
“seorang anak kecil yang menangis karena kehilangan pasirnya”
tapi bagiku itu bukan sekedar pasir, itu adalah keindahan.
lalu seseorang menggantikannya dengan beberapa batang coklat
batangan batangan coklat itu jauh lebih mahal harganya jika dibandingkan dengan pasir2 warna
tapi seorang anak kecil tak akan menerima apa yang tidak dia butuhkan
aku memang ingin coklat itu, tapi aku lebih butuh pasir warna itu
aku hanya butuh pasir warna bukan coklat
tapi setelah nya aku belajar merelakan itu
tapi setelah nya aku belajar merelakan itu
sekarang setelah anak kecil itu menjadi dewasa
dia tau apa yang dia ingin kan dan apa yang dia butuhkan
dia ingin sesuatu yang mewah, tapi dia lebih butuh sesuatu yang berguna, sejati, dan jujur
dia tau apa yang dia ingin kan dan apa yang dia butuhkan
dia ingin sesuatu yang mewah, tapi dia lebih butuh sesuatu yang berguna, sejati, dan jujur
menurutku ini sebuah pelajaran jika sebuah keinginan tidak
sama dengan kebutuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar